Masa "Goblok"
Aku adalah seorang lelaki yang lahir di tengah keluarga yang cukup disiplin. Aku anak terakhir dari 3 bersaudara. Orang tuaku sangat menyayangi anak-anaknya, mereka menjalankan fungsi mereka sebagai orang tua yang bertanggung jawab untuk mendidik, memelihara dan menyayangi anak-anaknya.
Ayah saya terkenal dengan kedisiplinannya, dari dsiplin masalah keduniaan sampai masalah akhirat selalu diperhatikan dan diterapkan bagi semua anggota keluarganya. Ayah saya adalah seorang Pegawai Negeri di salah satu Instansi Pemerintah Kantor Urusan Agama. Ibu saya adalah sosok ibu yang penyayang, baik hati, ramah, dan cantim pula, dia selalu memberikan yang terbaik buat anak-anaknya.
Pada saat itu aku berumur 4 tahun, aku dimasukan ke Sekolah TK (Taman Kanak-kanak). pada umur 5 tahun aku langsung dimasukan ke SD, dan aku termasuk siswa yang paling muda saat itu, masih berumur 5 tahun udah masuk Sekolah Dasar. Kebetulan sekolahku hanya berjarak 2 meter dari rumahku (alias tetangga rumah) hehehehe..... sewaktu di bangku sekolah dasar, aku hampir tidak naik kelas, itu diakibatkan karena
Pada saat itu aku berumur 4 tahun, aku dimasukan ke Sekolah TK (Taman Kanak-kanak). pada umur 5 tahun aku langsung dimasukan ke SD, dan aku termasuk siswa yang paling muda saat itu, masih berumur 5 tahun udah masuk Sekolah Dasar. Kebetulan sekolahku hanya berjarak 2 meter dari rumahku (alias tetangga rumah) hehehehe..... sewaktu di bangku sekolah dasar, aku hampir tidak naik kelas, itu diakibatkan karena
aku malas belajar, secara aku kan baru umur 5 tahun masih masa-masanya aku bermain, bermain, dan bermain, tidak peduli dengan yang namanya pelajaran.
Sewaktu di bangku sekolah dasar, aku punya pengalaman "Aneh tapi nyata". Pada waktu itu aku sudah berada pada tingkatan akhir SD yaitu kelas 6. Selama belajar bersekolah aku tidak pernah sekalipun masuk rengking 3 besar, 3 saja tidak apalgi 2 dan 1 sungguh mustahil buat aku.
Pada saat itu ujian akhir kita sudah dekat tinggal menghitung hari, kita masih memakai sistem ujian caturwulan yang menentukan lulus tidaknya adalah sekolah itu sendiri dengan memakai peringkat. Ujian tinggal beberapa hari lagi, saya belum mempersiapkan apapun untuk menghadapi ujian tersebut, sampai pada hari besoknya mau ujian, saya dipaksa oleh ayah saya untuk belajar, tetapi yang ada difikiran saya hanya kepingin bermain game, pada saat itu ada game mini berupa tertis yang sangat diminati oleh anak-anak pada saat itu. Karena ayah saya melihat saya malas belajar, maka dia membiarkan saya bermain tetapi dengan syarat saya harus rajin sholat 5 waktu, jikalau tdk mampu 5 waktu minimal 3 waktu saja (Zuhur, Ashar, dan Maghrib) dan perbanyak berdoa minta diberi petunjuk agar mendapatkan rengking nnti pada saat pengumuman., hehehe.... selain itu saya dijanjikan ayah saya jika saya masuk 3 besar pada ujian nnti saya akan diberi hadiah.. wuhahahaha..... @ngasalll (mana ada org tdk belajar dapat rengking)...
Akupun menerima syarat dari ayah saya. saya meleksanakan sholat dengan rajin dan giat serta tidak lupa berdo'a agar diberi rengking 1 atau 2 yang jelas masuk 3 besar. keinginan saya untuk mendapatkan rengking sangatlah kuat meskipun tanpa belajar. karena saya pernah mendengar dari ayah saya bahwa "jika kita menginginkan sesuatu mintalah kepda Allah, niscaya Allah akan mengabulkannya" kata-kata ini yang jadi pegangan kuatku, oleh karena itu saya tidak pernah melepaskn doa pada akhir sholat saya. Saya masih ingat bunyi do'a yang selalu saya minta kepada Allah, buyinya begini
"Yaa Alloh, saya tidak pernah dapat juara 3,2 apalgi 1, setiap kali ujian rengkin saya hanya berpindah-pindah klo bukan 8 dapat 6. hhhhhmmmmm.. yaa Alloh beri saya rengking 1 atau 2 yaa Alloh biar cuma sekali ini saja tidak apa-apa toh, mohon ya Allah" :'( Do'a ini yag selalu aku ucapkan setiap kali aku sholat selama ujian,.... hehehehe
Sewaktu di bangku sekolah dasar, aku punya pengalaman "Aneh tapi nyata". Pada waktu itu aku sudah berada pada tingkatan akhir SD yaitu kelas 6. Selama belajar bersekolah aku tidak pernah sekalipun masuk rengking 3 besar, 3 saja tidak apalgi 2 dan 1 sungguh mustahil buat aku.
Pada saat itu ujian akhir kita sudah dekat tinggal menghitung hari, kita masih memakai sistem ujian caturwulan yang menentukan lulus tidaknya adalah sekolah itu sendiri dengan memakai peringkat. Ujian tinggal beberapa hari lagi, saya belum mempersiapkan apapun untuk menghadapi ujian tersebut, sampai pada hari besoknya mau ujian, saya dipaksa oleh ayah saya untuk belajar, tetapi yang ada difikiran saya hanya kepingin bermain game, pada saat itu ada game mini berupa tertis yang sangat diminati oleh anak-anak pada saat itu. Karena ayah saya melihat saya malas belajar, maka dia membiarkan saya bermain tetapi dengan syarat saya harus rajin sholat 5 waktu, jikalau tdk mampu 5 waktu minimal 3 waktu saja (Zuhur, Ashar, dan Maghrib) dan perbanyak berdoa minta diberi petunjuk agar mendapatkan rengking nnti pada saat pengumuman., hehehe.... selain itu saya dijanjikan ayah saya jika saya masuk 3 besar pada ujian nnti saya akan diberi hadiah.. wuhahahaha..... @ngasalll (mana ada org tdk belajar dapat rengking)...
Akupun menerima syarat dari ayah saya. saya meleksanakan sholat dengan rajin dan giat serta tidak lupa berdo'a agar diberi rengking 1 atau 2 yang jelas masuk 3 besar. keinginan saya untuk mendapatkan rengking sangatlah kuat meskipun tanpa belajar. karena saya pernah mendengar dari ayah saya bahwa "jika kita menginginkan sesuatu mintalah kepda Allah, niscaya Allah akan mengabulkannya" kata-kata ini yang jadi pegangan kuatku, oleh karena itu saya tidak pernah melepaskn doa pada akhir sholat saya. Saya masih ingat bunyi do'a yang selalu saya minta kepada Allah, buyinya begini
"Yaa Alloh, saya tidak pernah dapat juara 3,2 apalgi 1, setiap kali ujian rengkin saya hanya berpindah-pindah klo bukan 8 dapat 6. hhhhhmmmmm.. yaa Alloh beri saya rengking 1 atau 2 yaa Alloh biar cuma sekali ini saja tidak apa-apa toh, mohon ya Allah" :'( Do'a ini yag selalu aku ucapkan setiap kali aku sholat selama ujian,.... hehehehe
Tiba saat pengumuman kelulusan, semua orang tua murid diundang oleh Kepala Sekolah untuk hadir dalam acara pengumuman serta perpisahan anak-anak kelas 6. saya diwakili oleh ayah saya. Pada saat dimumkan juara dan kelulusan saya santai-santai saja tanpa ada rasa takut tidak lulus. tiba ter dengar dari depan kelas ibu guru mengumumkan bahwa yang bernama ABDUL AZIS ALIWU "LULUS" dengan nilai 8,00 peringakat ke 2.... wuhahahahaha... aku kaget dan duduk diam merenung kenapa saya bisa dapt peringat 2 sambil menatap wajah ayah saya yang hanya tersenyum manis melihat anaknya lulus dengn peringkat yang menggembirakan....
Sejak saat itu saya sadar ternyata semua itu karena Do'a yg setiap saat saya panjatkan. serta dukuangan dari orang tua serta doanya pula. semuanya tidak akan terjadi jika tanpa bantuan dan kehendak Allah SWT.
Akupun diberi hadiah oleh ayah saya berupa celengan kecil yang berisi koin dnegan jumlah yang sangat banyak, kira-kira sekitar Rp. 100.000.-.. hehehe lumayan banyak untuk jajanan anak kecil umur 10 tahun. dan heranya lagi, ternyata celengan yang berisi koin itu adalah celegan ayah saya yang sudah bertahun-tahun dikumpulkan. dan lebih herannya lagi celengan itu memang sudah diniatkan oleh ayah saya untk dberikan kepada sya jika saya nnti akan mendapatkan renging 3 besar,, hehehe sungguh rencana yang aneh tapi nyata.
Setelah dari sini, aku pun dilanjutin sekolah ke Pesantren, sungguh sekolah yang idak pernah terfikirkan oleh sy, krna saya paling membenci yang namanya pesantren... tetapi akhirnya saya dipaksa untuk tetap masuk ke pesantren itu yang berada sekitar 15 km dari rumah saya. namanya adalah Pondok Pesantren Alhuda Kota Gorontalo... disinilah awal dari semuanya...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar